Waspadai Masuknya Virus Demam Babi Afrika, Dinas Peternakan Bateng Terbitkan Surat Edaran

Kasmirudin
Waspadai Masuknya Virus Demam Babi Afrika, Dinas Peternakan Bateng Terbitkan Surat Edaran
Virus demam babi Afrika atau African Swine Fever yang menyerang hewan babi. (Ist)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan telah mengeluarkan surat edaran, meminta semua peternak untuk waspada terhadap masuknya virus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) ke Bangka Tengah.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bateng, Sajidin melalui Kabid Peternakan, Sunaryo mengatakan, surat edaran keluar setelah virus ASF dideteksi sudah masuk ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tepatnya Kabupaten Bangka.

"Alhamdulillah untuk Bangka Tengah sendiri belum ada ditemukan babi yang teridentifikasi virus ASF. Namun guna mewaspadai virus tak menyebar dan masuk, kami mengeluarkan surat edaran kepada peternak Babi yang ada di Bangka Tengah,"ujarnya,Kamis (25/3/2021).

Sunaryo menjelaskan, walaupun virus ASF tidak berbahaya bagi manusia, namun penyebarannya pada sesama hewan patut diperhatikan karena bisa menyebabkan kematian.

“Kami sangat berharap kerja samanya kepada semua peternak babi di Bangka Tengah, untuk menyampaikan kepada kami jika ada kecurigaan penyakit hewan yang tidak diketahui segera lapor,”ucapnya.

Saat ini Dinas Peternakan juga terus memantau dan berkomunikasi kepada semua peternak babi, agar tetap selalu mewaspadai ternaknya setiap saat, jika ada dugaan terkontaminasi virus ASF pada hewan ternak atau mati mendadak supaya sesegera mungkin berkordinasi dengan Dinas Peternakan.

“Bila ada dugaan hewan yang terkontaminasi ASF untuk bisa segera melapor ke kami, agar kami bisa melakukan tindak lanjut serta melokalisir agar tidak menyebar ke wilayah lain,” tutupnya.

Berikut 12 poin imbauan kepada peternak babi yang tertuang didalam surat edaran dari Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Tengah

  1. Melakukan desinfektan pada kandang, lingkungan sekitar kandang dan sarana dan prasarana ternak babi secara rutin minimal tiga hari sekali.
  2. Dilarang memberikan makanan sisa atau pakan yang mengandung babi kepada babi ternak.
  3. Hindari pembelian ternak babi atau daging babi serta produk olahan babi dari daerah yang positif terjangkit ASF.
  4. Hindari pembelian pakan babi dari daerah terjangkit ASF.
  5. Membatasi akses keluar masuk orang ke dalam kandang babi dan dihimbau untuk melakukan desinfeksi kepada orang yang keluar masuk kandang babi.
  6. Memberikan pakan bernutrisi dan vitamin secara rutin untuk meningkatkan daya tahan tubuh babi.
  7. Menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar kandang.
  8. Babi yang mati jangan dibuang disungai melainkan harus dikubur.
  9. Melaporkan kejadian kematian ternak babi kepada petugas kesehatan terutama dengan gejala demam, menggigil, tidak nafsu makan serta mengeluarkan darah dari hidung dan anus.
  10. Pengolahan daging babi sebaiknya dengan temperatur cukup.
  11. Penyakit ASF tidak bersifat zonosis artinya tidak menular kepada manusia.
  12. Penyakit ASF sangat menular kepada babi dengan angka kesakitan mencapai 100 persen hingga menimbulkan kerugian ekonomi besar. (BBR)

Penulis : Faisal

Editor   : Kasmir