Wisata Tebok Kurau Cikal Bakal Wisata Bahari

Admin
Wisata Tebok Kurau Cikal Bakal Wisata Bahari
Foto: Andre

Pariwisata yang ada di Bangka Belitung tak selalu soal pantai. Tempat yang dulu jarang dijadikan destinasi wisata seperti sungai, kini menyimpan potensi yang tak kalah indah. Sungai yang ada di Bangka Belitung kebanyakan merupakan perpaduan air laut dan air tawar, sehingga ciri khas habitatnya mudah ditemui.

Tanaman mangrove dan udang galah atau lobster, adalah hewan yang hidup di sungai payau, selain kepiting bakau. Sungai di Desa Kurau Timur, Kabupaten Bangka Tengah, merupakan salah satu sungai yang memiliki banyak potensi dan bisa menjadi alternatif tujuan wisata keluarga.

Menempuh jarak kurang lebih 500 meter dari Jalan Desa Kurau Timur, akses jalan menuju kawasan yang disebut Tebok Kurau ini, lumayan bagus yang dapat dilalui menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat Desiran angin seolah menyambut kedatangan pengunjung sungai yang berpadu dengan suara aktivitas nelayan yang pergi dan pulang melaut.

Budi alias Pak Bubut dibantu oleh pemuda sekitar menjadikan kawasan itu menjadi destinasi wisata menyenangkan, yang 6 Bulan lalu hanya dijadikan dermaga untuk Kapal nelayan bersandar. Ketika menyusuri sungai yang memiliki panjang sekitar 64 km hingga ke hulu di Desa Kemingking Bangka Tengah menggunakan perahu motor, suasana hati mulai merasa nyaman. Kendati kondisi air sungai sedalam 8 meter dan lebar 30 meter itu sedang keruh akibat aktivitas tambang liar, rasanya tak mengurangi keseruan menikmati hutan mangrove.

Dari kapal, pengunjung yang beruntung, bisa melihat kawanan lutung di pohon mangrove. Habitat lutung masih tetap terjaga, sehingga tak merasa terusik ketika didekati pengunjung. Wisata Tebok terbilang kawasan wisata baru yang akan dikembangkan di Bangka Tengah. Berlatar belakang pinggiran sungai diyakini dapat menjadi wisata baru sekaligus andalan Negeri Selawang Segantang ini.

Pengelola wisata Tebok Eza Annabil mengatakan, wisata Tebok dapat menjadi ikon wisata baru di Desa Kurau Timur. Sebelumnya Kurau sudah terkenal dengan destinasi wisata Pulau Ketawai. Dibangunnya wisata ini bisa dimaksimalkan oleh masyarakat sendiri untuk menunjang perekonomian, misalnya membuat kerambah apung.

“Sementara ini kita hanya menyediakan speed bagi pengunjung, yang ingin mengarungi sungai dan kedepannya akan membuat gazebo buat pengunjung yang ingin menikmati pemandangan berlatar belakang sungai,” kata Eza. Sementara itu Kepala Desa Kurau, Kasim menuturkan kawasan wisata Tebok ini rencananya akan dibangun beberapa gazebo, dermaga, dan menata mangrove yang tumbuh alami di pinggiran sungai.

Pihaknya mulai melakukan penataan awal, yakni membuat gerbang yang berukuran 6 meter sebagai ikon Wisata Bahari Tebok Desa Kurau. “Pembangunan terus kita lakukan untuk mempercantik kawasan wisata Tebok ini, guna menarik para wisatawan untuk berkunjung serta puas dengan wisata Tebok ini.

Saat ini sudah ada warung makan yang dikelola oleh masyarakat Desa Kurau, jadi wisatawan selain berwisata juga dapat menikmati kuliner”, ujarnya . Ia menambahkan, dengan adanya wisata Tebok ini, Desa Kurau semakin terkenal. Karena sebelumnya sudah ada wisata Pulau Ketawai, Hutan Mangrove yang pastinya akan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.

Biasanya wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Tebok, Hutan Mangrove atau Pulau Ketawai, pulangnya juga membeli oleh-oleh seperti getas, kemplang, empiang, kericu yang dijual di Desa Kurau. Bupati Bateng Ibnu Saleh mengatakan, bahwa kawasan wisata Tebok ini sangat strategis untuk dijadikan tujuan wisata baru di Kecamatan Koba. Karena wilayah ini berada di pinggir sungai dan strategis untuk para wisatawan yang datang dari daerah seputaran Bangka Tengah atau  di luar Bateng,”  Orang nomor satu di Bangka Tengah ini juga mendorong kelompok wisata bahari yang ada di kawasan Tebok ini, untuk tetap menjadikan kawasan ini nantinya bisa maju dan dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah dan bisa menjadi pariwisata yang maju di Bangka Tengah.

 “Kawasan wisata Tebok jika dikelola dengan baik, bisa menjadi tujuan wisata yang baru di Kabupaten Bangka Tengah. Apalagi letaknya yang strategis, bisa dijadikan kawasan wisata bahari,” tukas Ibnu.(BBR)


Penulis : Andre
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview