Wisatawan Air Terjun C2 Lubuk Pabrik Membludak, Pak De Bagio  Ikut Ketiban Rezeki

Ahada
Wisatawan Air Terjun C2 Lubuk Pabrik Membludak, Pak De Bagio  Ikut Ketiban Rezeki
Pak De Bagio, salah satu pedang warung makanan di lokasi Air Terjun C2 Desa Lubuk Pabrik Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah. (doi/babelreview)

LUBUKBESAR, BABELREVIEW.CO.ID -- Menjadi petani lada sudah digeluti Bagio dalam separuh hidupnya.

Bagi Pak De, panggialan akrab pria usia 44 ini, bertani memang sudah menjadi warisan keluarganya. Tidak heran jika bertani telah mampu menopang hidup ia bersama istri dan ke empat anaknya.

Sembari menunggu hasil kebun yang hanya panen satu tahun sekali tersebut, Pak De melihat peluang lain untuk menambah penghasilan keluarganya.

Kebetulan di tempat tinggalnya di Dusun 5 Desa Lubuk Pabrik Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah, sedang viral lokasi Air Tejun C2, yang mengalir dari ketinggian Bukit Pading.

Sejak tiga bulan terakhir ini, warga yang mengunjungi Air Terjun C2 membludak. Apalagi sejak para pengurus Desa Lubuk Pabrik mendapatkan SK dari Kementerian Kehutanan untuk mengelolah hutan Bukit Pading, termasuk Air Terjun C2 di dalamnya.

Jalan yang sudah diperbaiki dan diperlebar, meski belum diaspal, telah menjadikan alasan ketertarikan warga mengunjungi lokasi wisata desa ini.

Ditambah lokasi parkir yang luas, telah membuat nyaman warga yang membawa mobil maupun motor. Parkir kendaraan tepat di depan pintu masuk lokasi Air Terjun C2.

Di areal inilah Pak De melihar peluang ekonomi. Bersama istri tercinta, kakek satu cucu ini membuka warung ala kadarnya.

Warung yang terbuat dari kayu dan beratapkan terpal ini, sudah cukup layak dan nyaman menerima para wisatawan yang membutuhkan asupan makanan.

Apalagi di belakang warung, aliran deras  dan gemericik bunyi air terjun, makin menambah sensasi tersendiri para pengunjung warung.

Tidak banyak yang dijual Pak De. Hanya beberapa jenis gorengan, seperti goreng pisang, bakwan dan pempek siap tersedia untuk para pengunjung.

Ada juga beberapa jenis mie instan yang menggoda selera. Sedangkan untuk menuman, mulai dari air mineral, minuman segar dalam botol hingga kopi asli Bukit Pading juga tersedia di warung pria asal Jawa Tengah ini.

"Alhamdulillah sejak saya berjualan tiga bulan lalu, pengunjung terus meningkat. Sehingga omzet jualan kami pun dibilang meningkat," ujar Pak De.

Saat ditanya bagaimana kontribusi warung terhadap pengelolah lokasi wisata Air Terjun C2 ini? Pak De sebut dirinya hanya berkontribusi sekitar Rp 30.000 perhari, itupun hanya pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu saja.

Sedangkan pada hari Senin sampai Kamis, warung pak de tidak kena keharusan membayar kontribusi.

"Kontribusi Rp 30.000 itu jika omzet kita di atas Rp 500.000. Jika dibawah itu, maka kita tidak diharuskann," ujar Pak De.

Pada hari Sabtu dan Minggu, Pak De bisa meraup omzet antara 500.000 - 700.000. Jika cuaca cerah, pada hari minggu bisa meraih lebih dari angka tersebut.

Pak De berharap, lokasi Air Terjun C2 ini bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan di Kecamatan Lubuk Besar, dan jika perlu di Pulau Bangka ini.

"Agar masyarakat dan desa bisa mendapatkan income untuk meningkatkan ekonomi," harapnya.

Saat ini pengolalah Air Terjun C2 terus mengembangkan lokasi wisata ini. Selain akan menambah fasilitas di areal pintu masuk ke Bukit, beberapa fasilitas di lokasi pemandian pada setiap tingkatan air terjun juga sedang direncanakan untuk terus berkembang. (BBR)
Laporan:@hada