Zainal Terharu, Anaknya Yang Kuliah di Taiwan Bisa Nabung untuk Biaya Umroh

kasmirudin
Zainal Terharu, Anaknya Yang Kuliah di Taiwan Bisa Nabung untuk Biaya Umroh
Pertemuan antara Dinas Pendidikan Babel dengan perwakilan orang tua mahasiswa yang magang di Taiwan di Aula LPMP Babel, Senin (14/1/2019). (ist)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW  – Puluhan orang tua mahasiswa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Taiwan, mendukung program Gubernur Babel Erzaldi Rosman yang memberikan beasiswa kepada anak-anak Babel untuk bisa kuliah dan magang di Taiwan.

Program ini, selain bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia Bangka Belitung, juga mampu membantu perekonomian keluarga mahasiswa yang ikut program. Pasalnya, di Taiwan tersebut, selain berkuliah putra-putri Babel itu juga menjalani Magang. Dengan megikuti program magang ini, para mahasiswa mendapatkan gaji yang cukup besar dan mampu mereka mandiri secara ekonomi.

Salah satu orang tua yang mendukung program Gubernur Babel ini adalah Zainal. Menurut Zainal yang berprofesi sebagai petani ini, anaknya juga kuliah dan menjalani program magang di Taiwan. Anaknya itu, kata Zainal, baik-baik saja dalam menjalani perkuliahan dan magang di Taiwan. Bahkan, anaknya itu, kata Zainal, sudah berniat mengumpulkan uang dari magang untuk mengumrohkan orang tuanya.

“Alhamdulillah, anak saya baik-baik saja di Taiwan. Bahkan anak saya sekarang sedang nabung untuk membiayai kami berangkat umroh,” ujar  Zainal, saat diminta memberikan tanggapan terkait isu tak sedap yang tengah dihadapi Mahasiswa Babel di Taiwan, di Aula LPMP Babel, Senin (14/1/2019).

Bahkan ada yang hal yang mengejutkan, demi mendukung suksesnya Program Gubernur Erzaldi yang dilakukan melalui Dinas Pendidikan Babel ini, ada seorang Ibu bernama Kristian rela menjual rumah miliknya. Hasil penjualan rumah ini untuk biaya berangkat anaknya bernama Nico mengikuti program kuliah dan magang di Taiwan.

 “Agar anak saya bisa sukses di sana (Taiwan), yang rela menjual rumah saya,” ungkapnya.

Kristina mengaku terus menjalin komunikasi dengan anaknya di Taiwan, dan menurut sang anak, Ia baik-baik saja.

“Anak saya di Taiwan baik-baik saja. Makanya saya rela menjual rumah saya untuk mendukung anak saya agar sukses,” tuturnya.

Ia berpandangan, program beasiswa pendidikan kuliah dan magang di Taiwan ini sangat baik. “Saya berharap program ini terus berlangsung,” kata Kristina.

Ungkapan senada juga diungkapkan orang tua lainnya yang hadir dalam pengarahan yang diberikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Babel itu. Mereka mayoritas mendukung dan menghendaki Program ini berlanjut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh mengungkapkan, dari Kemenlu dan Kemenristek Dikti RI, mengatakan, program ini bagus.

“Jadi, kedepan, karena di sana (Taiwan), agar regulasinya di tata kembali, lebih baik lagi. Kita sangat mendukung Program ini, malah kalau bisa, beasiswa freenya dibebaskan sampai 4 tahun,” ujar Soleh.

“Kita ingin anak-anak kita di Taiwan tidak ada masalah, baik terhadap kuliah maupun magang. Untuk itulah bapak/ibu kami hadirkan disini dalam rangka mengklarifikasi berita-berita hoaks yang beredar baik online, TV maupun cetak,” ungkap Soleh dihadapan orang tua Mahasiswa Babel di Taiwan.

Kadisdik Babel ini juga menyebutkan, sampai sekarang, hanya orang tua Mahasiswa Babel yang kuliah dan magang di Taiwan lebih mudah mendapatkan informasi mengenai kondisi anak-anaknya di Taiwan. Karena pemerintah daerah, dalam hal ini Pemprov Babel ikut memfasilitasi.

“Anak-anak yang kuliah di Taiwan bukan hanya dari Babel dan daerah-daerah lain di Indonesia, namun juga ada 18 negara yang diundang Pemerintah Taiwan,” lanjut Kadisdik.

Akan tetapi, ditambahkan Soleh, hanya Pemprov Babel yang ikut hadir di Taiwan, ikut memfasilitasi ketika terjadi isu-isu tidak benar khususnya terhadap 294 anak Babel yang terdata di Taiwan, dan Indonesia pada umumnya berkenaan dengan kerja paksa dan makan daging babi itu.

Kata Soleh, fasilitasi Pemprov dilakukan, karena pihaknya melihat ini adalah peluang untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Babel.

“Makanya, kami hadir ke sana (Taiwan) ikut memfasilitasi anak-anak dan orang tua dengan Pemerintah di Taiwan. Di tempat lain, tidak ada Pemda mereka yang hadir. Mereka hadir melalui yayasan,” imbuh Soleh.

Selain itu, pada kesempatan sama, Kadisdik Babel ini, juga menjelaskan kembali mengenai hasil pertemuan Pemprov Babel yang di Pimpin Komisi IV DPRD Babel, didampingi Sekda Babel, Dinas Pendidikan Babel, Polman, Yayasan PGRI Babel, dan Perwakilan orang tua Mahasiswa Babel di Taiwan, dengan pihak Kemenlu dan Kemenristek Dikti RI di Jakarta baru-baru ini.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Babel, Tanwin. Ia menyatakan bahwa kabar yang beredar berkaitan dengan Mahasiswa Babel melakukan kerja paksa dan dipaksa makan Babi di Taiwan, itu tidak benar. Dan itu sudah diklarifikasi pihak Kemenlu dan Kemenristek Dikti RI. (BBR)


Penulis  : */Kusuma                 
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review